Minggu, 01 Mei 2011

Beberapa Hal Dibalik 7 Keajaiban Dunia

Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit

Posted on Journey.

Pada tanggal 07-07-2007 lalu, The New Open World Corporation mengumumkan 7 keajaiban dunia yang baru (New Seven Wonders of the World) berdasarkan perolehan hasil voting. Berbagai kontroversi pun muncul berkaitan dengan terpilihnya 7 keajaiban dunia yang baru.

Saya ikut terlibat dalam voting tersebut, dan merasa senang karena pilihan saya masuk dalam 7 keajaiban dunia yang baru. Padahal saya sendiri belum pernah mengunjungi tempat-tempat tersebut. Mungkin hanya sebuah impian jika saya dapat mengunjungi dan melakukan perjalanan nyata ke sana.
Perjalanan virtual pun saya lakukan dengan memanfaatkan teknologi Google Earth. Apalagi kini, GE sudah dilengkapi dengan fasilitas Panoramio yang memungkinkan kita untuk melihat photo suatu tempat dari berbagai sudut pandang yang dikirimkan oleh banyak kontributor.
Berikut ini adalah penampakan 7 keajaiban dunia yang baru yang dilihat dari atas langit :
journey Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit
Taj Mahal, India
Simbol cinta dan hasrat
Kordinat :
27°10’30.00″N 78°2’31.48″E
Referensi :
Wikipedia : Taj Mahal
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Taj Mahal
Taj Mahal Cinta Abadi Sang Raja

journey Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit
Colosseum, Roma
Simbol kesenangan dan penderitaan
Kordinat :
41°53’24.83″N 12°29’33.09″E
Referensi :
Wikipedia : Colosseum
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Colosseum
Colosseum, Saksi Pertarungan Berdarah Manusia Vs Hewan Buas

journey Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit
Great Wall of China, China
Sebuah bukti ketekunan dan tekad yang keras
Kordinat :
40°21’21.03″N 116° 0’33.88″E
Referensi :
Wikipedia : Great Wall of China
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Great Wall of China
Tembok Cina, Kuburan 5 Dinasti untuk Ribuan Pembuatnya
journey Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit
Petra, Yordania
Simbol keahlian teknik dan perlindungan
Kordinat :
30°19’23.64″N 35°26’54.83″E
Referensi :
Wikipedia : Petra
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Petra
Petra, Kota di Dinding Batu
journey Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit
Chichen Itza, Mexico
Simbol pemujaan dan pengetahuan
Kordinat :
20°40’54.32″N 88°34’8.91″W
Referensi :
Wikipedia : Chichen Itza
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Chichen Itza
Chichen Itza, Sumur Pengorbanan
journey Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit
Machu Picchu, Peru
Simbol dedikasi dan komunitas
Kordinat :
13° 9’47.76″S 72°32’44.75″W
Referensi :
Wikipedia : Machu Picchu
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Machu Picchu
Machu Picchu, Kota Berlapis Emas
journey Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit
Patung Yesus Penebus, Brasil
Kristus Penebus berdiri untuk menyambut dengan keterbukaan
Kordinat :
22°57’6.72″S 43°12’38.01″W
Referensi :
Wikipedia : Christ Redeemer
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Christ Redeemer
Christ Redeemer, Melihat Hamba dari Puncak Gunung
Panitia New 7 Wonders menyertakan juga satu-satunya keajaiban dunia kuno yang masih ada sebagai kandidat kehormatan yang tidak dipilih melalui voting.
journey Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit
Great Pyramid of Giza, Mesir
Simbol keabadian dan kehidupan yang kekal
Kordinat :
29°58’42.28″N 31° 8’3.18″E
Referensi :
Wikipedia : Pyramid of Giza
New 7 Wonder Kids Fact Sheets Great Pyramid of Giza
Pemilihan berdasarkan voting ini lebih tepat untuk melihat 7 keajaiban dunia yang populer bukan melihat mana yang terbaik.
Selain kepopuleran juga menggambarkan bagaimana suatu rakyat bersatu-padu untuk memperjuangkan situs peninggalan sejarahnya. Hal ini dapat dilihat dari kegigihan dan kebersamaan orang Brasil untuk memenangkan Monumen Patung Kristus Penebus. Juga orang India untuk kemenangan Taj Mahal, dan orang Jordania untuk kemenangan Petra.
Jadi Borobudur bisa saja menjadi 7 keajaiban dunia yang baru, jika saja pemerintah dan rakyat yang berjumlah 200 juta jiwa ini bekerja bersama-sama untuk itu. Sayangnya hal itu tidak terjadi. Bahkan maraknya aksi terorisme, kerusuhan masal dan ketidakramahan penduduk Indonesia telah membuat citra pariwisata Indonesia mudah “ditenggelamkan”.

0 komentar:

Poskan Komentar